Artikel

Minggu, 13 Agustus 2017

Sosial Budaya

Tidak ada komentar:


Warga dusun Plakaran setiap kamis malam melakukan kegiatan pengajian bersama, pengajian yang dilakukan untuk mempererat tali silaturohmi antar warna Dusun Plakaran. Dan setiap hari minggu melakukan kerja bakti.

Struktur Perangkat Desa

Tidak ada komentar:

Struktur Perangkat Desa :
1.      Kepala Desa                            : Moh. Sakur
2.      Sekretaris Desa                       : Nur Halimah
3.      Kaur Administrasi                   : Hosen
4.      Kaur Keuangan                       : Muhlis
5.      KASI PEM                             : Samhaji
6.      KASI PMD                             : Mat Juhri
7.      KASI KESMAS                     : Nur Hasanah
8.      Kepala Dsn. Plakaran Barat    : Sanadi
9.      Kepala Dsn. Plakaran Timur   : Abd. Halim B. Hatta
10.  Badan Pengawas Desa
a.       Ketua BPD           : Salim
b.      Sekretaris BPD     : M. Mahya
c.       Bendahara BPD    : Suhub
d.      Anggota BPD       : Mupon
Samsul
Bahri

Muhammad

Sabtu, 12 Agustus 2017

Sistem Administrasi

Tidak ada komentar:

Mengenai sistem administrasi di Desa Plakaran, berdasarkan informasi  yang didapat melalui  beberapa wawancara ke beberapa warga serta kepala Desa Plakaran. Sistem administrasi  untuk masyarakat Desa Plakaran sudah cukup baik. Prosedur pengurusan surat-surat seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Pindah, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian bisa di urus melalui perangkat desa ( register desa ), tidak perlu mengurus langsung dengan sendirinya ke kecamatan.
Warga yang ingin mendapatkan segala surat atau berkas yang dibutuhkan cukup melaporkan surat yang dibutuhkannya ke bagian perangkat Desa agar suratnya bisa segera di urus. Namun tidak menutup kemungkinan jika warga Desa Plakaran bisa ingin langsung mengurus proses surat-suratnya ke kantor kecamatan langsung. Karena letak Desa Plakaran juga tidak jauh dari kantor kecamatan, yakni sangat mudah untuk dijangkau.

Proses  pembuatan  surat  bisa  lama  atau  cepat tergantung pada antrian dan prosesnya. Karena  yang membutuhkan bukan hanya  Desa  Plakaran,  melainkan  seluruh  desa  yang  ada di Kecamatan Arosbaya. Mengenai pendataan terhadap masyarakat,  biasanya  setiap  kepala  dusun  mendata langsung kemudian diserahkan ke kepala desa. Waktu pengambilan surat dan kartu bergantung pada nomor antrian, Surat dan kartu dapat diambil selama waktu ±1 minggu. Pengambilan surat dan kartu pling cepat sekitar 2-3 hari. Hal ini bergantung pada proses administrasi yang ada di Kecamatan Arosbaya ke Kabupaten Bangkalan.

Sosial Ekonomi

Tidak ada komentar:

Masyarakat Plakaran tergolong  perekonomian menengah ke bawah, dikarenakan penduduk Desa Plakaran memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada hasil petani, tenaga kerja diluar negeri (TKI) dan peternak. Masyarakat Dusun Plakaran mayoritas sebagai petani penanam padi, singkog, kacang tanah, pisang dan Bambu . Hasil yang mereka tanam dapat dijual dan tidak dijual. Masyarakat menjual hasil pertanian dikarenakan untuk menghidupi kebutuhan mereka. Sedangkan untuk hasil tanam yang mereka tidak jual untuk digunakan atau dikonsumsi sendiri dalam kehidupan sehari-harinya.
Kebanyakan masyarakat Plakaran menjua hasil pertanian dalam bentuk berbagai olahan dan mentah. Terdapat hasil olahan singkong yang merupakan makanan khas masyarakat Plakaran untuk diolah sebagai produk tape yang beraksud untuk menjualnya ke pasar dengan tujuan memperoleh jnilai ekonomi untuk kehidupan selnjutnya. Selain itu, masyarakat Plakaran lebih tertarik untuk bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar dibandingkan membuka usaha yang belum tentu untung. Sebagian masyarakat Desa Plakaran juga ada yang memiliki usaha kecil seperti toko kecil, dan yang lainnya.
Sebagian besar masyarakat Desa Plakaran merantau ke tempat lain. Karena mereka menganggap jika mereka merantau atau bekerja ke luar kota akan mendapatkan hasil yang lebih bnayak demi  memperoleh  gaji  yang  besar  untuk meningkatkan  taraf  hidup  menjadi  lebih  baik  lagi sebagai motivasi besar bagi kebanyakan masyarakat.

Berdasarkan  diagram  diatas diketahui  bahwa penduduk  di  Desa Plakaran  memiliki  beragam pekerjaan,  karena  banyaknya pilihan pekerjaan serta kebutuhan yang harus dipenuhi. Mayoritas  warga  Desa Plakaran memiliki profesi sebagai petani dan buruh, dengan persentase Petani 38%, Buruh 30%, Pedagang 25%, PNS 5%, dan Jasa 2% .

Papan Nama Desa Plakaran

Tidak ada komentar:
Desa Plakaran terdiri dari dua dusun yaitu dusun Plakaran Barat dan dusun Plakaran Timur. Dusun Plakaran Barat terletak dibagian barat yang berdekatan dengan desa Arosbaya. Selain itu dusun Plakaran Barat ditempati pusat edukasi desa Plakaran yaitu SDN Plakaran. Untuk menuju dusun Plakaran Barat bisa melewati gang masuk di jalan raya Aer Mata Ibu lebih tepatnya di sebalah barat gang SD Plakaran. Ada 3 gang jalan untuk masuk ke dusun Plakaran Barat.

Dusun Plakaran Timur terletak dekat dengan puskesmas Tongguh dan masjid jami’ Plakaran. Jalan menuju Plakaran Barat dapat di tembuh dengan melewati pertigaan puskesmas Tongguh. Saat ini dusun Plakaran Timur menjadi pusat pemerintahan didesa Plakaran dengan adanya balai desa dan rumah kepala desa Plakaran terletak pada Plakaran Timur. Perbedaan antara Plakaran Timur dan Plakaran Barat adalah pada Plakaran Timur termasuk daerah yang ramai karena merupakan akses utama menuju desa ain dan memiliki tembusan menuju kota Bangkalan. Sedangakan tembusan dari dusun Plakaran Barat tembus ke sawah.

          Saat ini kedua dusun belum memiliki penanda khusus yang menujukkan batas desa dan informasi untuk menuju dusun tersebut. Selain itu balai desa Plakaran belum ada papan penunjuk sebagai penanda tempat pemerintahan dari desa Plakaran. Maka dari ini pentingnya membuat papan nama desa, dusun serta penanda kepala pemerintahan desa Plakaran.

Wisata Religi Makam Ki Demang Plakaran

Tidak ada komentar:

Plakaran Arosbaya : Desa Plakaran merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Kegiatan masyarakat Plakaran tidak jauh berbeda dengan masyarakat di desa lain yang ada di Arosbaya. Mulai dari bercocok tanam dan cara mereka dalam bergaya hidup. Namun, desa Plakaran sendiri mempunyai sesuatu yang sangat sakral dan ditinggikan yaitu keberadaan Buju’ Demang dan Makam Agung.
Makam Buju’ Demang merupakan salah satu makam kerajaan yang ada di Bangkalan dan di kecamatan Arosbaya khususnya. Selain makam tersebut juga ada makam Agung yang di dalamnya terdapat makam-makam putra kerajaan yang ada Madura. Ki Demang sendiri sampai sekarang belum diketahui pasti nama aslinya, kata Demang tersebut hanyalah sebutan bagi orang yang mempuyai kekuasaan atau kepemimpinan. Karena di Plakaran inilah Ki Demang kemudian membentuk kelompok masyarakat dan memposisikan diri sebagai pimpinan, ini sebabnya beliau diberi gelar Ki Demang Plakaran.
Demang tersebut hanyalah julukan yang diberikan kepada masyarakat terhadap Kiyai Demang. “Konon katanya desa Plakaran merupakan desa yang diinginkan Kiyai Demang sebagai tempat pemakamannya. Karena ketika akan dimakamkan, jenazah Kiyai Demang terasa berat pada saat akan dibawa ke desa lain, dan terasa ringan saat di arahkan ketempat pemakaman sekarang. Akhirnya masyarakat memutuskan untuk memakamkan Kiyai Demang di tempat pemakamannya yang sekarang, yaitu di desa Plakaram.” Ungkap Bapak Salim salah satu tokoh masyarakat desa Plakaran.
Makam kiyai demong sendiri sekarang sudah mulai dibangun, seperti dibangun layaknya Buju’ pada umumnya. Alasan dibangunnya karena Kiyai Demang merupakan salah satu Raja tertinggi di Bangkalan. “Itu memang sengaja dibangun karena Ki Demong ini termasuk Buju’ tertua di Bangkalan.” Tutur pak Sakur Kepala Desa plakaran.

Melihat cerita sejarah Ki Demang, sudah menjadi hal yang wajar jika makam Ki Demang menjadi salah satu tempat ziarah atau wisata religi desa Plakaran. Karena memang Ki Demang adalah salah satu leluhur di Madura, khususnya di Bangkalan.

Warga Plakaran Sulap Bambu menjadi Miniatur Menarik

Tidak ada komentar:
 


Bambu atau dengan nama ilmiahnya Bambusa sp merupakan tanaman berumpun yang tumbuhnya sangat cepat, tinggi tanaman bambu bisa mencapai 30 meter. Tanaman bambu banyak ditemukan di daerah Plakaran dengan rumpun yang masih lumayan lebat. Biasanya warga menebang pohon bambu digunakan untuk membuat tiang penyangga atap rumah, penyangga kerangka bangunan, dan perabotan meja kursi. Selain pemanfaatan tersebut belum ada pemanfaatan yang lain mengenai tanaman bambu pada warga secara menyeluruh, masih sebatas beberapa kepala keluarga saja yang dapat membuat kerajinan dari tanaman bambu. Terdapat 2 macam bambu yang tumbuh di Plakaran, yaitu Bambu Durih dan Bambu Kilis (berdasarkan masyarakat Plakaran).


Melihat potensi bamboo Plakaran yang begitu bagus maka muncul ide kreatif untuk membuat inovasi dari bamboo. Seperti halnya kerajinan, dengan inovasi ini maka bamboo yang ada bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dan pula dengan nilai jual yang tinggi.

Dalam hal ini teman-teman KKN 34 mengajak warag untuk memanfaatkan pohon bamboo menjadi kerajinan atau souvenir. Kerajinan yang telah dibuat diantaranya adalah berbagai alat music tradisional, sepeda ontel kuno, berbagai bentuk gantungan kunci, lampion dan beberapa yang lainnya.


Inovasi baru ini diharapakan bisa mengangkat nilai jual bamboo serta menjadikan bamboo menjadi berbagai produk kreatif.
 
Copyright ©2016 Desa Plakaran • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger