Artikel

Selasa, 22 Januari 2019

Tentang kehidupan sosial kebudayaan dan kemasyarakatan Desa Plakaran

Tidak ada komentar:
Masyarakat desa Plakaran adalah masyarakat yang mayoritas muslim dengan tingkat sosial budaya yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan Jam'iyah Pembacaan Yasin dan Tahlil bersama yang dilakukan setiap hari kamis malam. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antarwarga. Kegiatan ini dilakukan secara bergilir pada setiap minggunya di masing-masing anggota jam'iyah yang pada dasarnya adalah dari kalangan lelaki dewasa (bapak-bapak) 
Selain kegiatan ini, dalam rangka mempererat tali silaturrahim antarwarga dan memperkaya ilmu agama, masyarakat desa Plakaran mengadakan kegiatan kajian rutin yang dibawakan oleh seorang tokoh ulama di desa Plakaran. Pelaksanaannya sendiri dilakukan pada setiap senin malam di masjid Al Istijabah setelah sholat isya' selesai didirikan. 
Kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan kebudayaan juga tercermin dari adanya kerja bakti dan ronda malam. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga kebersihan desa dan keamanan desa Plakaran. Kegiatan kerja bakti sendiri merupakan kegiatan wajib yang dilakukan oleh masyarakat setiap satu bulan sekali. Rutinan satu bulan sekali ini dilakukan untuk membersihkan Area wisata religi makam Ki Demong Plakaran yang merupakan salah seorang raja di Kabupaten Bangkalan pada masanya dan saat ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Sedangkan untuk kerja bakti membersihkan desa sendiri biasanya dilakukan sekurang-kurangnya satu minggu sekali. Ronda malam sebagai salah satu kegiatan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga desa dijadwalkan setiap hari dengan porsi yang sama pada setiap malamnya, yakni berkisar antara 5 hingga 10 orang untuk sekali jaga. Melalui kegiatan ini, kehidupan sosial masyarakat desa Plakaran menjadi lebih baik.

Kegiatan Ronda setiap malam warga desa Plakaran 

kerja bakti membersihkan makam

Jumat, 18 Januari 2019

Belajar sambil Bermain Melalui Permainan Tradisional Bola Békèl

Tidak ada komentar:

Kebahagiaan dirasakan oleh anak-anak perempuan desa Plakaran kala waktu luang mereka miliki. Pasalnya, anak-anak di desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya-Bangkalan sering memainkan permainan tradisional yang kini hampir punah di telan perkembangan zaman. Békèlan nama permainan tersebut.
Békèlan merupakan salah satu permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak desa Plakaran. Permainan yang menggunakan 6 buah bekel dan sebuah bola karet ini masih dimainkan di tengah kemajuan teknologi smartphone. Sebuah anak békèl atau buah békèl terdiri dari cekungan seperti kursi yang disebut  sumur oleh anak-anak desa Plakaran. Selain itu juga ada déb (bagian punggung buah bekel), álus (bagian sisi kiri saat dimiringkan), dan i-és (bagian sisi kanan saat dimiringkan). 
Permainan bola bekel dimulai ketika pemain melemparkan bola karet ke udara dan diikuti buah békèl setelah bola karet melayang. Kemudian pemain mengambil buah bekel satu per satu, kemudian dua dua, tiga tiga, empat dua, lima satu, dan terakhir diambil semua (enam) serta langsung disebarkan kembali. Permainan berlanjut dengan bagian pertama yaitu sumur dan dilakukan pengambilan sesuai urutan tadi. Kemudian déb, álus, dan i-és secara berurutan dan diakhiri dengan aspél
Permainan bola bèkèl tersebut memiliki sebuah makna dimana pada permainannya mengajarkan kepada anak-anak tentang matematika yang dibuktikan dengan pengambilan secara berurutan. Pengambilan bola bekel secara berurutan mengajarkan anak-anak tentang konsep penjumlahan. Lalu dilanjutkan dengan menyamakan buah békèl mulai dari sumur, déb, àlus, dan i-és yang mengajarkan kepada anak-anak tentang konsep pengelompokan atau klasifikasi bilangan cacah. Setelah buah bekel disamakan semua, kemudian diambil sesuai urutan, mulai satu satu, dua dua dan seterusnya. Pengambilan buah békèl ini mengajarkan anak mengenai konsep pengurangan. Sehingga melalui permainan tradisional ini, anak-anak bermain sambil belajar konsep matematika. Permainan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak perempuan ini juga sering dilakukan oleh anak-anak lelaki di desa Plakaran. Selain mengandung makna pembelajaran matematika, permainan bola békèl juga mengajarkan konsep sosial yang ditunjukkan oleh masing-masing pemain saat menunggu giliran bermain. 


Kamis, 17 Januari 2019

MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN

Tidak ada komentar:

MENJAGA KEBERSIHAN, MAHASISWA KKN 34 UTM ADAKAN SERANGKAIAN KEGIATAN BERSIH DESA



“Annadlafatu Minal Imaan”, seperti itulah bunyi hadist yang sering kita dengar mengenai kebersihan. Sadar akan kebersihan lingkungan, kelompok KKN 34 UTM melakukan serangkaian kegiatan bersih desa, salah satunya dimulai dari bersih-bersih tempat ibadah, yaitu Masjid Al-Istijabah desa Plakaran, bersih-bersih Makam Agung, dan juga bersih-bersih lingkungan desa. 
Kegiatan ini memang sudah menjadi program yang harus terlaksana sejak awal. Karena kebanyakn di berbagai desa lainnya, tempat umum seperti masjid, makam dan sebagainya kurang mendapatkan perhatian mengenai kebersihan dan kadaannya. Jumat, 11 Januari 2019 pada pukul 08.00 pagi setelak melakukan aktivitas pagi di Posko, kami berbondong-bondong menuju masjid untuk kerja bakti. Dengan penuh semangat dan sedikit tergesa-gesa karena waktunya yang mepet dengan sholat Jumat, kami harus membersihkan masjid dan seisinya dengan bagi tugas secara rata. 
Alhamdulillah, sebelum waktu Jumatan dimulai kami sudah selesai melaksanakan misi di hari Jumat. Semoga dengan kegiatan ini, dapat memberikan contoh nyata bagi masyarakat. Supaya kesadaran akan kebersihan lingkungan lebih meningkat dan lingkungan jadi bersih dan sehat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi rutinitas yang akan dilakukan oleh warga setempat. Semoga juga sebagai lading ibadah kelak di akhirat. Amiin. 




Rabu, 16 Januari 2019

KaJur Pak Salim, Sebuah Upaya untuk Menanamkan Sifat Jujur di Kalangan Anak-anak

Tidak ada komentar:

Sebuah musholla yang berdiri di dekat lokasi wisata religi Ki Demong desa Plakaran memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya pemilik musholla yang sekaligus menjadi imam musholla tersebut membangun sebuah kantin kejujuran. Kantin yang dibangun ini disediakan untuk anak-anak yang setiap hari mengaji di musholla tersebut. Kantin ini menuju berbagai macam jajanan, mulai dari es, gorengan, dan jajanan lainnya.
Keunikan dari kantin ini dapat dilihat dari transaksi jual belinya. Anak-anak yang akan membeli salah satu jajanan yang ada, tinggal mengambil jajanan tersebut. Sedangkan untuk membayar makanan yang dibeli, mereka hanya perlu meninggalkan uang di rak yang ada di kantin tersebut.
Dalam membayar makanan yang di beli oleh anak-anak, pak Salim selaku pemilik kantin tersebut memasang harga pada masing-masing makanan yang dijajakan. Sedangkan beliau biasanya hanya duduk-duduk di musholla sambil mengajar anak-anak yang masih mengaji. Kegiatan ini telah berlangsung sejak lama, sehingga tanpa sadar menjadi kebiasaan bagi anak-anak yang mampu membentuk sifat jujur mereka.

BELAJAR TIPIS-TIPIS, BELAJAR MANIS 🙂

Tidak ada komentar:


MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK-ANAK DESA PLAKARAN DENGAN BIMBEL (BIMBINGAN BELAJAR) SETIAP MALAM DENGAN PEMBELAJARAN YANG MENARIK BERSAMA KKN 34 UTM 

Belajar adalah kewajiban. Mengigat akan pentingnya pendidikan sejak dini, kesadaran  dan minat dalam belajar juga harus diipupuk sejak dini dalam benak anak-anak desa. Bimbingan belajar yang diadakan oleh kelompok KKN 34 UTM ini dimulai dari minggu pertama, di hari senin sampai dengan kamis, sampai dengan minggu terakhir dilaksanakannya KKN di desa Plakaran ini. Pelaksanaannya di mulai pada pukul 19.00 setelah mengaji dan berakhir pada pukul 21.00.

Di lihat dari hari pertama diadakannya bimbel ini, minat anak-anak sangat tinggi. Terbukti, saat hujan dan listrik padam pun mereka tetap berbondong-bondong datang ke tempat bimbel, tepatnya di Posko KKN 34.  Mereka sangat senang, karena pembelajarannya menarik dan jadi semangat belajar. “Kak, bimbelnya masuk tiap hari aja ya? Kalua di rumah males yang belajar sendiri soalnya”, ujar Sofia salah satu anak desa yang ikut bimbel. Dari ujaran tersebut terlihat jelas bahwa minat mereka dalam belajar bersama sangat tinggi.
Hingga di mingg-minggu terakhir pelaksanaan KKN, jumlah anak-anak yang mengikuti bimbel semakin banyak, dan minat belajar mereka semakin hari juga semakin bertambah. Tujuan kami adalah mendidik, dimulai dari mendidik diri sendiri. Mengajar itu adalah mendidik diri sendiri, tak berkesudahan sepanjang hayat. Semoga dapat membuat minat belajar anak-anak desa semakin meningkat dan meningkat lagi ke depannya.


SAMBUT MENTARI DENGAN SENAM PAGI

2 komentar:
SENAM SEHAT
(dalam diri yang sehat terdapat jiwa yang kuat)




Setiap Sabtu pagi bersama warga desa dan anak-anak desa Plakaran setempat, KKN 34 UTM Desa Plakaran mengadakan senam pagi bersama di Posko KKN 34, tepatnya di halaman  rumah Kepala Desa Plakaran. Salah satu tujuan utama diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Mengingat kondisi alam yang akhir-akhir ini kurang bersahabat, menjaga kestabilan ketahanan tubuh sangat berpengaruh. 
Sehat berawal dari diri sendiri. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, kebutuhan pertahanan tubuh dapat diimbangi dengan olahraga, seperti halnya yang telah dilakukan kelompok KKN 34 UTM bersama warga setempat, yakni senam sehat seperti yang telah dijelaskan di atas. Selain bermanfaat untuk kesehatan, diadakannya kegiatan ini juga sebagai sarana pengakraban dengan warga setempat. 
Senam sehat kelompok KKN 34 UTM ini dilakukan setiap pukul 06.00 di Sabtu pagi. Antusias warga setempat, terutama anak-anak sangat tinggi. Sehingga membuat kegiatan ini berjalan dengan lancar dan terlaksana dengan baik. Minat dan antusias warga yang sangat tinggi terhadap setiap kegiatan yang diadakan oleh kelompok KKN 34 UTM, membuat banyak kegiatan lain-lain yang diadakan secara dadakan, dengan serta merta melihat kondisi di lapangan.  




KKN 34 UTM GASAL 2019

Tidak ada komentar:

KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Mandiri 34
Universitas Trunojoyo Madura

KKN Tematik Mandiri UTM 2018/2019 Universitas Trunojoyo Madura kali ini mengangkat tema KKN Tematik Mandiri, mandiri dimana masing-masing mahasiswa yang mencari dan menentukan sendiri anggota kelompoknya, dan mencari desa (tempat) yang akan di  gunakan untuk melaksanakan KKN. KKN dimulai dari survei desa yang sudah dipilih dan sudah disetujui oleh LPPM, dan akan melakukan pengabdian selama kurang lebih 1 bulan.
Saat ini, kelompok KKN 34 UTM mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengabdian di Desa Plakaran, Kec. Arosbaya, Kab. Bangkalan. KKN 34 UTM terdiri dari 14 mahasiswa, dengan rincian 8 mahasiswa perempuan dan 6 mahasiswa laki-laki. Masing-masing mahasiswa berasal dari berbagai Program Studi yang ada di UTM antara lain : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Informatika (P. INFOR), Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P. IPA), Ilmu Hukum, Teknik Elektro, dan Manajemen.

Acara serah terima  KKN 34 dihadiri oleh DPL dan Bapak Kepala Desa Plakaran. Acara serah terima tidak dilakukan secara meriah, hanya dilakukan secara simbolis sederhana. KKN 34 UTM ini memiliki tema “ Pengembangan Enterpreneurship Sebagai Daya Saing Masyarakat Desa Plakaran Kec. Arosbaya Kab. Bangkalan “. 
 
Copyright ©2016 Desa Plakaran • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger