Selasa, 08 Agustus 2017

Pertanian Desa Plakaran

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !
1)      Singkong

Singkong dalam nama ilmiah disebut sebagai Manihot esculenta Crantz merupakan tanaman perdu yang tingginya bisa mencapai lebih dari 2 meter juga merupakan tanaman tahunan. Komoditas singkong merupakan paling besar jumlahnya diantara komoditas tanaman yang lain di daerah Plakaran, produksi singkong setiap masa panen melebihi jumlah yang dapat dikonsumsi oleh warga Plakaran. Hal tersebut menyebabkan adanya minat warga desa Plakaran untuk menjual produksi singkong yang jumlahnya diluar jumlah konsumsi mereka sehari hari. Namun, penjualan produksi singkong tersebut hanya berupa singkong mentah langsung dari lahan setelah pemanenan.
Warga Plakaran memanfaatkan ubi singkong untuk direbus dan digoreng saja tanpa adanya pengolahan lebih lanjut menjadi produk siap konsumsi yang bisa meningkatkan nilai ekonomis ubi singkong tersebut. Pemanfaatan lain yang dilakukan oleh warga Plakaran adalah dengan memanfaatkan bagian daun singkong diolah menjadi sayur maupun makanan ternak. Selain hal tersebut pemanfaatan pada bagian ubi belum ada pengetahuan lebih mengenai pengolahan pangan yang baik dari ubi singkong.
2)      Pisang

Salah satu tanaman yang paling mudah tumbuh di sekitar rumah maupun lahan pertanaman warga Plakaran yaitu tanaman pisang. Pisang merupakan tanaman yang paling digemari oleh masyarakat, selain buahnya enak pisang banyak mengandung vitamin dan banyak menyimpan manfaat bagi kesehatan tubuh. Tanaman pisang di desa Plakaran tumbuh subur pada lahan melengkapi tanaman lain maupun di pekarangan rumah warga, sehingga bisa dimungkinkan setiap warga Plakaran mempunyai tanaman pisang untuk dikonsumsi. Tanaman pisang yang ditanampun sangat beragam jenisnya, namun warga paling banyak menanam pisang jenis pisang emas yang bukan merupakan pisang olahan, pisang tersebut hanya dapat dikonsumsi langsung sebagai pelengkap hidangan di meja makan.
Berbagai macam pisang di Plakaran dibiarkan tumbuh begitu saja tanpa ada pemeliharaan yang fokus, sehingga anakan pisang yang semakin berumur akan semakin merajalela pula tumbuhnya. Saat panen, pisang tersebut dibiarkan dengan alami sampai masak seluruhnya, lalu warga menjual ke pasar dalam bentuk tandan maupun per sisir. Belum ada pengolahan Buah pisang menjadi produk yang bisa menaikkan nilai ekonomisnya. Batang pisang yang begitu banyak juga tidak termanfaatkan dengan maksimal, hanya ditebang dan terbuang membusuk begitu saja disekitar pepohonan pisang lainnya.
3)      Kacang tanah

Kacang tanah merupakan tanaman selanjutnya yang paling mudah dijumpai di desa Plakaran. Beberapa lahan milik warga terlihat kacang tanah sebagai tanaman utama yang ditanam bersamaan pada lahan lainnya, ada juga kacang tanah yang ditanam bersama tanaman jagung dengan sistem pola tanam tumpang sari. Hasil kacang tanah setiap panen akan langsung dijual ke pasar terdekat tanpa adanya pengolahan menjadi makanan atau inovasi pangan lainnya. Tanaman kacang tanah tergolong ke dalam tanaman musiman yang berumur pendek, jadi pemanenan kacang tanah sangat singkat dibanding tanaman padi maupun jagung.
4)      Bambu

Bambu atau dengan nama ilmiahnya Bambusa sp merupakan tanaman berumpun yang tumbuhnya sangat cepat, tinggi tanaman bambu bisa mencapai 30 meter. Tanaman bambu banyak ditemukan di daerah Plakaran dengan rumpun yang masih lumayan lebat. Biasanya warga menebang pohon bambu digunakan untuk membuat tiang penyangga atap rumah, penyangga kerangka bangunan, dan perabotan meja kursi. Selain pemanfaatan tersebut belum ada pemanfaatan yang lain mengenai tanaman bambu pada warga secara menyeluruh, masih sebatas beberapa kepala keluarga saja yang dapat membuat kerajinan dari tanaman bambu. Terdapat 2 macam bambu yang tumbuh di Plakaran, yaitu Bambu Durih dan Bambu Kilis (berdasarkan masyarakat Plakaran).
5)      Rambutan
Rambutan merupakan tanaman yang biasa tumbuh di pekarangan, buahnya disukai banyak orang karena rasanya yang manis. Pohonnya menyimpan bermacam manfaat, banyak masyarakat menanam rambutan untuk mengisi halaman rumah maupun ditanam di pekarangan. Produksi rambutan di Plakaran masih sebatas kebutuhan konsumsi, karena terbatasnya lahan sehingga hanya ada beberapa lahan yang keseleruhannya terdapat tanaman rambutan.
6)      Mangga
Tanaman mangga merupakan tanaman dengan pohon berkayu yang bisa tumbuh di pekarangan maupun sekitar rumah. Buah mangga rasanya manis dan disukai banyak orang, mengandung banyak vitamin dan mempunyai banyak jenis buahnya. Mangga ketika muda buahnya dimanfaatkan sebagai asinan, manisan maupun sebagai bumbu sayur asam. Buah yang sudah masak berwarna kuning juga orange. Batang buah yang sudah tua dapat dimanfaatkan sebagai papan untuk membangun rumah maupun sebagai penyangga atap.

Masyarakat Plakaran menanam mangga di pekarangan rumah maupun di depan rumah beberapa pohon. Saat panen, buah mangga biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri dan sisanya untuk dijual ke pasar pada saat belum terlalu masak buahnya.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright ©2016 Desa Plakaran • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger